DOA TIDAK MENGGANTIKAN KERJA KERAS

Matius 7:1-11


Seorang petani ditegur oleh temannya, “Selama ini aku tidak melihatmu serius mengolah tanah, menyiram, dan memupuk tanamanmu. Apakah engkau tidak mengharapkan hasil yang melimpah saat panen nanti?” “Tentu saja aku mengharapkan hasil panen yang melimpah. Asal kamu tahu, aku lebih mengandalkan doa. Setiap hari aku berdoa agar tanamanku dapat tumbuh dengan baik, tidak diserang hama, cuaca bersahabat, dan air selalu tersedia. Aku percaya Tuhan pasti mendengar doa-doaku,” jawab petani itu dengan ringan.

Tidak ada yang salah ketika kita berdoa meminta berkat, kesembuhan, keberhasilan dalam usaha, atau jalan keluar dari kesulitan hidup. Namun, cara kita memaknai doa menjadi keliru apabila kita tidak bertanggung jawab untuk ikut mewujudkan apa yang kita doakan. Tuhan Yesus mengajarkan agar kita meminta kepada Bapa segala sesuatu yang kita butuhkan. Ia ingin kita percaya bahwa Dia sanggup memberikannya. Namun demikian, kita juga diajar untuk berusaha dan bekerja keras dalam mewujudkan doa kita.

“Mencari” dan “mengetuk” adalah dua kata yang menggambarkan upaya aktif dari orang yang berdoa untuk mewujudkan apa yang didoakannya. Melalui pengajaran tentang doa ini, Tuhan Yesus menghendaki kita untuk percaya sekaligus tekun bekerja. Dengan demikian, kita dapat menghargai setiap proses dan juga hasil yang Tuhan berikan. (Wasiat)

DOA: Ya Bapa, ajarlah kami untuk tidak hanya meminta, tetapi juga bekerja keras mewujudkan apa yang kami doakan itu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. 

Share this Post